10 Januari, 2009

Spirit of Grass

Dalam bahasa jawa Grass berarti rumput, kalo ngga salah ya, maklum menurut teman – teman saya adalah orang jawa gadungan, karena ngga bisa berbicara dalam bahasa jawa. Mendengar kata rumput mungkin tidak asing bahkan terdengar sepele di telinga kita, tetapi menurut saya ada filosofi yang sangat menarik dibalik rimbunan savanna.

Tanaman liar yang selalu tumbuh ketika cahaya matahari, air dan lahan kosong menyapanya, tidak perlu perhatian khusus untuk membuatnya tumbuh subur, tidak perlu pot atau vas untuk membuatnya cantik. Mungkin tidak sedikit orang yang tidak suka keberadaanya, berusaha untuk membabat habis populasinya, tetapi tak semudah itu rumput putus asa, ia akan selalu berjuang keras untuk tumbuh dan meraih citanya. Tak sedikit pula yang menginjaknya karena mereka anggap rumput tidak memiliki manfaat bagi mereka, tetapi rumput selalu bangkit dikala jatuh. Hanya satu yang ia ingin tunjukan yaitu menunjukan identitas diri, seburuk apapun tempat ia hidup rumput akan selalu menunjukan diri dia sendiri tanpa harus menjadi orang lain.

Anggrek, anggrek adalah tumbuhan yang cantik dan menawan, selalu menebarkan semerbak harumnya, selalu menonjolkan perhiasan kelopak bunganya, tak sedikit orang yang meliriknya dan ingin membawanya pulang sebagai teman, selalu tampil menarik dan mempesona, selalu menampilkan yang terbaik dari dirinya dan kadang orang mengokulasi dirinya agar tampil beda. Anggrek tetaplah anggrek, secantik apapun dia tetaplah benalu yang akan hidup apabila sebatang pohon perkasa sedang berkuasa.

Rumput versus Anggrek, persaingan yang tidak sebanding, tetapi cobalah lihat dari sudut pandang yang berbeda. Banyak orang yang selalu menganggap sebelah mata rumput, tetapi dengan kerasnya perjuangan hidupnya maka akan menjadikannya kuat untuk menghadapi kerasnya dunia, begitu pula dengan anggrek, banyak orang yang menganggap dengan dua pasang mata mereka, mata kepala dan mata kaki, tetapi pada dasarnya anggrek adalah tanaman selalu membenalui orang lain.

Seperti apakah sosok sebenarnya diri kita?



Yuk Lanjut......

29 Desember, 2008

Murphy's Law

Pernahkah anda mengalami pada suatu saat ketika sedang membutuhkan sesuatu, pada saat itu pula sesuatu yang kita inginkan itu menghilang atau tidak ada dihadapan kita, atau pada saat meeting detik – detik terasa begitu lama, atau pada saat ingin menuju pada suatu tempat dengan cepat ternyata malah telat, lucu memang benda – benda disekitar kita seolah mengerti apa yang sedang kita alami dan seolah ingin mengajak bermain.


Mungkin hal – hal tersebut sering kita alami dan bahkan membuat kita jengkel. Seseorang yang bernama Edward Murphy menyebutnya dengan Murphy’s Law, mungkin karena dia yang pertama kali mengkaji dan menuliskannya dalam bentuk teori sehingga sang penemu mengabadikan karyanya dengan namanya sendiri, narsis juga ya, berikut kutipan teorinya :

“APAPUN YANG BISA SALAH, AKAN SALAH”

“MENCOBA MEMPERBAIKI SESUATU HANYA MENJADIKANNYA LEBIH BURUK”

“TIAP UPAYA UNTUK TAK BERBUAT APA PUN, SUPAYA TAK ADA YANG BISA KELIRU, AKAN KELIRU”


Pertama kali membaca buku tentang Murphy’s Law ini memang kontradiktif dengan mainset saya karena didalam Al-Qur’an pun jelas Allah tidak akan merubah suatu kaum melainkan kaum tersebut yang mau merubahnya, sementara dalam Murphy’s Law secara tidak langsung bahwa apa yang kita lakukan untuk memperbaiki sesuatu tersebut akan sia – sia, aneh memang, tetapi setelah membaca buku secara keseluruhan seru juga untuk diulas, karena kejadian ini sering kita alami dalam keseharian kita.

Sebagai manusia, yang notabene makhluk sempurna yang diciptakan Allah SWT, memiliki akal untuk berfikir, kita tidak boleh hanya berpangku tangan saja, sesuatu yang ingin dicapai harus ditempuh dengan usaha dan doa. Semua kembali dari sudut pandang kita masing – masing, anda menilainya seperti apa?

Yuk Lanjut......

20 November, 2008

Cileungsi's Landmark

Did you know? ternyata Cileungsi juga punya landmark lo. Sempet kaget ketika pada hari Rabu, 19 November 2008 buka e-mail dari salah seorang teman kerja yang berisi postingan gambar seperti ini:



Kesan pertama pada saat meninjau foto satelit ini takjub dan penasaran, nangkring dimana sih tu Garuda Pancasila, yang notabene merupakan salah satu dasar yang di anut bangsa Indonesia dan isinya sering dibacakan sebelum atau setelah jam pelajaran di Sekolah Dasar berakhir. Tiba – tiba seketika terbengong (kondisi dimana pada saat mata melotot dan mulut menganga sambil ngeces), Garuda gila? Wah yahud ney, masih penasaran langsung googling.


Bangunan yang membangkitkan rasa nasionalisme ini bernama Hotel Graha Garuda Tiara Konvension, berlokasi tidak jauh dari tempat saya bekerja, dan hampir setiap hari dilewati (hari kerja Senin-Jum’at), tepatnya di Jl. Raya Narogong Km. 23, 5 kalau anda kebetulan lewat dari arah Bekasi, Jonggol atau Cibubur setelah fly over Cileungsi kurang lebih 1 kilometer kearah Bogor, sebelah kanan, kalau masih bingung coba tanya mas-mas ojeg or angkot pasti di antar. Seumur – umur baru tau tampak atas bentuknya seperti garuda, padahal gedung ini dibangun sejak Agustus 1997 (menurut Rezand Production Model Maket Architecture), kalau dihitung kurang lebih sudah berumur 11 tahun, bukan waktu yang singkat loh, gile bener. Bangunan ini dibangun oleh keluarga Soeharto, layaknya Taman Buah Mekarsari yang lokasinya juga tidak jauh dari bangunan ini, ya mungkin rencananya buat tempat peristirahatan para tamu Negara yang berkunjung ke tempat wisata ini dan tempat tinggal petinggi yang bekerja di sekitar Jakarta dan Bekasi, konon akan dijadikan GOR juga seperti layaknya Senayan. Dulu waktu kecil sempet ada gosip juga kalau Cileungsi dan Jonggol akan dijadikan pusat kota kedua setelah Jakarta, tapi ya apa mau dikata tahun 1998 terjadi krismon, dan jabatan Soeharto dilucuti dengan paksa, yah kacau beliaulah semua projek keluarga besar Soeharto. Tapi seru juga kali ya kalau menjadi kota Cileungsi, biar temen – temen nggak bingung cari alamat tempat saya tinggal.


Gedung ini sekarang hanya menjadi bangunan kosong, dekil, dan tak berpenghuni (ada kali ya dari alam lain), sayang memang di benak sempet terpikir kenapa ngga dijadikan Rukan aja ya or tempat Home Stay para peserta training di tempat saya kerja, kan lumayan tuh meringankan pekerjaan saya yang biasanya harus konfirmasi dan booking kepada pejabat toko untuk memberikan homestay di tokonya. Ya miris melihat bangunan ini, ntah berapa M or T budget yang telah dihabiskan untuk membangun gedung ini, yang sekarang hanya menjadi garuda lapuk, sama seperti imej Negara kita yaitu macan ompong, eits tapi selaku anak bangsa, kita ngga boleh pesimis dengan keadaan Negara yang carut marut, masih banyak hal yang bisa kita karyakan, etlis untuk diri sendiri sukur – sukur bisa sukses, kan lumayan untuk keluarga, saudara, agama dan negara. Amin


Yuk Lanjut......

05 November, 2008

Preschool

Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar Merah yang diasuh oleh seorang ibu guru Lisa yang berjiwa komunis.Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol 2 - dan Ia mulai mengajar kepada anak2 TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak Bertuhan).Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata pada anak2 TK di kelasnya itu:



"Anak-anak penghapus papan tulis ini kelihatan gak?" sambil tangannya mengacung-acungkan hapusan di depan kelas...

"KELIHATAAAAAN !!!" kata anak2 TK serempak dan bersemangat.

"Yang terlihat menunjukkan keber-ada-an, maka kalau penghapus ini kelihatan artinya penghapus ini ada nggak?" tanyanya lagi kepada murid-muridnya.

"ADAAA!!" kata anak2 itu penuh semangat.


Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu mengambil sebuah kapur putih. Kemudian berkata kembali pada murid-muridnya:

"Anak-anak KAPUR ini kelihatan nggak?" sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.

"KELIHATAAAAAN !!!" kata anak2 TK serempak dan bersemangat.

"Nah!! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada nggak?" tanyanya lagi kepada murid-muridnya.

"ADAAA!!" jawab anak2 semangat tanpa tedeng aling2.


Lalu sang guru mulai memasukkan doktrin2 komunisme-nya kepada anak-anak TK tersebut.

"ANAK-ANAK ! TUHAN ITU KELIHATAN NGGAK?" tanyanya lebih semangat kepada anak-anak muridnya.

"NGGAAAK!!!" teriak anak2 murid langsung dengan polosnya.

"BERARTI TUHAN ITU. ADA NGGAAAK???" tanya Ibu Guru lagi dengan bersemangat.

"NGGAK ADAAA...!!!" jawab anak2 bersemangat tanpa mikir panjang.


Di pojok belakang kelas tiba2 berdiri Sinchan, anak murid yang paling badung dan termasuk yang paling nakal.. lalu ia mulai berjalan dengan gagah dan sok tahu ke depan kelas. Kemudian dia berkata lantang di depan kelas:

"KAWAN-KAWAN OTAK IBU KELIATAN.. NGGAAAK???" tanyanya pada teman-temannya sekelas.

"NGGAAAK!!" teriak teman-teman sekelasnya langsung dengan suara yang paling keras dari yang tadi.

Kemudia ia bertanya lagi: "BERARTI OTAK IBU GURU ADA NGGAAAK???"

"NGGAK ADAAA!!!!!" jawab teman-temannya.



[Huahahaha.......]
SERIUSSS BANGET sih pada...

Yuk Lanjut......